Selasa, 26 April 2011

Cupcake Vanila dan Red Velvet

Beberapa waktu lalu, saya mencoba lagi untuk belajar membuat cupcake dari adik saya. Entahlah. mungkin harus terus mencoba agar semakin sempurna.



Kalau terus-terusan bikin, siapa yang makan? Bisa gendut nanti saya. Dari sembilan cupcake yang ada, tiga dimakan teman saya. Sepertinya saya makan dua buah. berarti empat lainnya di makan oleh keluarga saya di rumah. Cukup menghibur hati.

Karena penasaran pada cupcake dan mana yang baik terwujudnya sebuah cupcake, saya mendatangi toko Tea Party di Jakarta Selatan. Itupun atas saran teman saya yang baik hati pula hendak mengantarkan. Saya bingung memilih rasa yang mana dan topping yang apa. Oleh karena saya sempat menonton di acara televisi, ada cupcake red velvet. Tampak patut dicoba.

Kalau sekedar makan, nanti kerongkongan terasa kering tentunya. Saya juga memesan regular coffee. Bukan berarti saya peminum kopi berat, saya pikir saya perlu sedikit pemicu jantung. Aktivitas dua hari ini agak melemahkan stamina saya.

Bagaimana rasa red velvet? Menyenangkan untuk dimakan. Teksturnya lembut. Rasa cupcakenya, tepat. Red-nya mungkin diinterpretasikan melalui stroberi atau lainnya. Frosting-nya juga membahagiakan hati. Lembut dan creamy. Tidak terlalu manis, perpaduan yang tepat.


Saya jadi makin penasaran membuat cupcake enak luar biasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar